GARIS KETURUNAN ⋆ LaskarMaulid

29 Feb 2020

GARIS KETURUNAN

GARIS KETURUNAN

  • Kesucian Nasab

Dari Watsilah bin al-Atsqa ra bersabda “Sesungguhnya Allah SWT memilih Kinanah di antara anak cucu Ismail, Dan memilih suku Quraisy di antara keturunan Kinanah dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, Serta memilihku dari Bani Hasyim.” ( HR. Muslim, kitab al-Fadha’il )

Abu Sufyan ketika masih kafir tidak bisa mengingkari ketinggian nasab, padahal Abu Sufyan sangat memusuhi beliau, yaitu ketika Heraklius bertanya kepada Abu Sufyan tentang nasab Rasulullah SAW, dia menjawab “Dia ( Rasulullah SAW ) bernasab baik diantara kami”  ( HR. Bukhari, kitab Bad’ al-Wahyi )

  • Jalur Ayah

Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murah bin Ka’ab bin Luay bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan.

  • Jalur Ibu

Ibu beliau adalah Aminah binti Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Jadi ayah dan ibu beliau berasal dari nasab yang satu, yaitu keduanya bertemu pada kakek yang ke lima yaitu Kilab

Muhammad SAW berasal dari keturunan terhormat. Kakek Muhammad SAW dari jalur ayahnya, ‘Abdullah, yaitu Hasyim bin Abdi Manaf adalah orang terpandang di kalangan suku Quraisy. Hasyim bernama asli Amru. Beliau di panggil dengan Hasyim terkait erat dengan tanggung jawabnya ketika menjadi penerima peziarah yang datang dari luar kota Makkah untuk mengunjungi Ka’bah.

Hasyim ketika itu mendapatkan amanah dari suku Quraisy untuk penyediaan air dan makanan bagi para peziarah yang datang ke kota Makkah. Dari sinilah, Hasyim menjadi orang pertama yang menyediakan roti ( roti yang diremuk dan direndam didalam kuah ). Dari profesinya meremukkan roti inilah beliau di panggil dengan Hasyim ( yang memiliki arti meremukkan ). Keluarga besar Muhammad SAW akhirnya lebih dikenal dengan sebutan al-Usrah al-Hasyimiyah. Sebutan tersebut di nisbahkan kepada Hasyim bin Andi Manaf.

  • Manfaat

Allah SWT berkehendak dengan hikmahnya agar Rasulullah SAW menjadi orang yang terhormat dan mulia nasab nya, sehingga tidak memungkinkan musuh-musuh Islam untuk menuduh beliau sebagai orang yang mencari kedudukan dan ingin mengubah status sosialnya.

  • Teladan

Muhammad SAW memiliki garis keturunan terhormat. Meskipun demikian, garis keturunannya tidak membuat dirinya tinggi hati. Terbukti, Muhammad SAW tidak pernah menjadikan nasabnya sebagai tempat perlindungan beliau dalam menghadapi ancaman dakwahnya. Demikian juga, bagi kaum muslim yang memiliki keturunan terhormat, tidak selayaknya menjadikan garis keturunan sebagai tempat perlindungan dirinya dalam menghadapi permasalahan yang di hadapinya.

 NAMA DAN KUNIYAH

  • Memiliki Lima Nama

Rasullah saw bersabda “Sesungguhnya aku mempunyai lima nama” :

  • Nama Lainnya

Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan Rasulullah saw bersabda,

  • Muhammad
  • Ahmad
  • Al-Mahiy
  • Al-Hasyir
  • Al-‘Aqib

“Akulah Muhammad, Ahmad, al-Muqfa ( yang di muliakan ), al-Hasyir, Nabiyyu at-Taubah ( nabi orang-orang yang bertaubat ) dan Nabiyyu ar-Rahmah ( nabi yang penyayang )” , sedangkan dalam riwayat Imam Ahmad, “dan Nabiyyu al-Malahim ( nabi yang banyak berperang )” dan dalam riwayat lain, “dan Nabiyyu al-Malhamah.” ( HR. Muslim, kitab al-Fadha’il )

  • Pesan 

Dari dua hadist di atas, kita bisa mendapatkan nama-nama Nabi Muhammad SAW

  • Muhammad
  • Ahmad
  • Al-Mahiy ( Penghapus ): yang Mana Allah SWT menghilangkan kekufuran di Jazirah Arab melalui beliau dan yang menguasai dunia ini dengan kaum Muslim dan mengukuhkan hukum Allah SWT di antara mereka.
  • Al-Hasyir ( Pembangkit ): yang membangkitkan manusia di atas kakinya pada Hari kiamat. karena beliau adalah orang yang pertama kali dibangkitkan atau ketika meminta syafaat. Akan di jelaskan nanti, Insya Allah.
  • Al-‘Aqib ( Penutup ): Nabi Terakhir atau yang mengikuti nabi-nabi sebelumnya

Dan diantara gelar beliau:

  • Nabiyyu at-Taubah ( Nabi orang-orang yang bertaubat ): Karena banyak orang orang yang bertaubat dan kembali kepada Allah SWT melalui beliau dan di dalam agama Islam.
  • Nabiyyu ar-Rahmah aw al-Marhamah ( Nabi yang penyayang ): Kasih sayang Nabi Muhammad SAW terhadap seluruh mahluk, termasuk hewan dan burung melebihi jin dan manusia manapun. Karena itu, cinta kepada hewan termasuk hal yang di anjurkan Nabi SAW
  • Nabiyyu al-Malahim aw al-Malhamah ( Nabi yang banyak berperang ). al-Malhamah: peperangan dan penaklukan.

Muhammad dan Ahmad

Kedua nama ini ( Muhammad dan Ahmad ) memiliki makna maf’ul ( objek; yang di puji ) penamaan ini akan membuat beliau lebih sempurna dalam pujian dan lebih sempurna maknanya. Begitu pula kedua nama ini diberikan kepada Rasulullah SAW karna akhlak beliau dan berbagai kekhususan yang beliau miliki, yang berhak membuat beliau dinamakan dengan nama Muhammad dan Ahmad. Dan beliau lah yang di puji para penghuni langit dan bumi, di puji penghuni dunia dan akhirat, karena banyaknya sifat terpujinya yang melebihi bilangan orang-orang yang berbilang dan hitungan orang-orang yang berhitung. ( Ibnu al-Qayyim, Zadul Ma’ad, hal. 35)

Kuniyah Nabi Adalah Abul Qasim

Dari Anas RA dan Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Suatu ketika Rasulullah SAW berada di Baqi. Lalu seorang laki-laki memanggil orang lain, ‘Hai Abu al-Qasim!’ maka Rasulullah SAW pun menoleh kepadanya, namun lelaki tadi berkata, ‘Aku tidak bermaksud untuk memanggil engkau wahai Rasulullah. Aku bermaksud untuk memanggil si Fulan.’ Lalu, Rasulullah SAW bersabda, Berilah nama dengan namaku, tetapi janganlah memberi nama kuniyah ( julukan ) dengan kuniyahku ( HR. Bukhari, kitab al-Manaqib ).

Menyematkan Kuniyah

Dari Urwah RA, bahwasanya ‘Aisyah pernah berkata kepada Rasullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW, seluruh istri mu memiliki kuniyah selain diriku.” maka Rasulullah saw bersabda, “Berkuniyahlah dengan Ummu ‘Abdillah.” Setelah itu, Aisyah selalu dipanggil dengan Ummu Abdillah hingga meninggal, padahal tidak seorang anak pun yang dia lahirkan ( HR. Ahmad, 6/107, 151 )

Dari Ana’s bin Malik RA Rasulullah SAW sering menemui kami, aku punya adik yang berkuniyah Abu ‘Umair. Dia punya seekor burung yang di pakai untuk bermain. Suatu hari, Nabi SAW datang setelah burung itu mati. Beliau melihat Abu ‘Umair bermuram muka. Nabi saw lalu bertanya kepada kami, ada apa dengannya?, ‘Burungnya mati’ sahut kami. Nabi SAW lalu bersabda, Hai Abu ‘Umair, apa yang telah di lakukan burungmu?” ( HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir no. 7.830 ).

  • Teladan

Nama-nama yang disematkan kepada Rasululah SAW adalah nama-nama yang mengandung pujian dan doa. Nama salah satu nilai pembentuk kepribadian. Oleh karenanya, ketika Rasulullah SAW mendapati seorang yang memiliki nama tidak baik, beliau langsung mengganti namanya dengan nama yang mulia. Inilah teladan bagi kaum Muslim agar memiliki dan memberi nama yang baik, karena nama itu kelak akan membentuk kepribadian seseorang, dengan tetap menjadikan Islam sebagai panduan hidupnya.

Amir Chan

amir_chan

Tinggalkan Komentar

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: