Hikmah Minggu Pertama Gerakan 10 Juta Shalawat ⋆ LaskarMaulid

16 Okt 2021

Hikmah Minggu Pertama Gerakan 10 Juta Shalawat

Assalamualaikum wr wb.

Pada bulan Rabiul awal ini kami menyelengarakan kegiatan tahunan yang sudah berjalan selama sekitar 5 tahun di tempat ini, alhamdulilah antusias peserta bertambah setiap hari nya. Pada tahun ini pada awalnya hanya sekitar 200 orang saja yang mendaftar ketika bulan rabiul awal masuk. Seiring waktu peserta bertambah menjadi 633, bagi sebagian orang ini adalah kegiatan tahunan tapi bagi penduduk baru di kampung ini kegiatan ini menjadi kesan tersendiri.

Pada minggu pertama sudah terlihat gairah bershalawat dengan jumlah shalawat terkumpul sebanyak 12 juta dalam tiga hari dan hari ini sudah mencapai 65 juta shalawat pada hari ke 8. Walaupun setiap hari tidak mengunjungi majlis tetapi banyak kabar baik yang sampai baik secara lamgsung ataupun tidak langsung mengenai pengaruh positif dari program ini.

 

Pertama Banyaknya orang alim, kebanyakan orang hanya menilai dari penampilan saja ataupun status seseorang tetapi banyak yang tidak mengetahui bahwa ada hamba Allah SWT yang sholeh yang tidak terlihat secara nyata di dalam kehidupan sehari hari. Ini semua terlihat dari setoran shalawat yang terkumpul, banyak shalawat berdatangan dari orang orang yang tidak dikenal dengan jumlah yang menurut ukuran saya sangatlah luar biasa. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka kepada seseorang dan tidak hanya menilai dari tampilan luar saja dan mengajarkan kepada kita untuk tetap tawadhu daan rendah hati. karenakan banyak orang orang yang ibadah nya melampaui kebiasaan kita. Hal ini dapat menjadi contoh kepada kita dan menjadi suatu tolak ukur untuk meperbaiki ibadah kita dan saling mengajak untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kedua adalah Perubahan Perilaku, ada suatu cerita yang datang kepada saya bahwa ketika ada pembagian jatah makanan di kampung ini kebanyakan orang berebut karena takut kehabisan ini merupakan pemandangan sehari hari yang biasa kita saksikan, salah satu peserta memperhatikan bahwa ketika ada seseorang ikut berebut makanan di tegur oleh salah satu temannya dan dia berkata ini bukan perilaku orang yang berdzikir sehingga orang tersebut belajar untuk mulai mengantri dan tertib. Sesungguhnya buahnya ibadah adalah akhlak.

Kejadian kedua adalah ketika orang berebut makanan saling berdesakan ada salah satu orang yang melindungi tasbih digitalnya agar tidak tersentuh sehingga menjadi nol dikarenakan magrib nanti harus menyetor dzikir kepada pengurus mushola. Shalawat menjadi penting untuk dia padahal mereka bukan datang dari kalangan orang yang  mengerti ilmu agama. Inilah yang terjadi ketika Allah menghendaki hidayah datang kepada seseorang.

Pelajaran Ketiga adalah Mencintai dengan kesederhaaan, pada tanggal 14 oktober 2021 Majlis Baitul Magfiroh melakasanakan maulid akbar hanya dengan menu nasi goreng dan beberapa makanan kecil untuk tamu undangan, tetapi ini semua tidak mengurangi rasa cinta kepada rasullah SAW dan jumlah jamaah yang datang juga tidak berkurang sedikitpun dari tahun kemarin. Dulu ketika maulid mulai berjalan makanan menjadi suatu patokan tolak ukur keberhasilan suatu acara, apakah akan banyak dihadiri tau tidak, tetapi sekarang semua mulai perlahan berubah, makanan bukan menjadi suatu hal penting motivasi orang orang datang bukan karena konsumsi yang mewah tetapi karena kecintaan bershalawat untuk Bagida Rasullah SAW.

Kejadian diatas merupakan salah satu bentuk curahan rahmat Allah SWT dikarenakan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tidak terlihat tetapi dapat dirasakan dengan keindahan bathin, berubah menjadi suatu bentuk kecintaan kepada Rasullah SAW, berkah dan doa guru Habib Syechan Mustafa Albahr sangat terasa dalam keberlangsungan kegiatan ini (Al Fatiha). Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman teman dan saudara saudaraku sekalian semoga ibadah kita di bulan rabiul awal ini dapat menjemput syafaat Rasullah SAW.

Assalamualaikum wr wb

reef

Tinggalkan Komentar

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: